03
Nov
10

Jangan Malu Untuk Nge-Blog


ngeblog
Pada masa
awal kelahirannya, blog
atau situs pribadi
dianggap sebelah mata,
bahkan cenderung
dilecehkan. Sampai
sekarang pun sikap nyinyir
terhadap bloger tidak
pernah hilang. Disebutlah
bloger itu narsis yang
buang-buang waktu
percuma. Persis lahirnya
sebuah revolusi,
kehadiran awalnya
diragukan.
Sekarang, orang yang
melek internet tetapi
belum nge-blog, istilah
merujuk aktivitas dalam
membuat dan mengisi
blog, dianggap tertinggal
zaman. Blog sudah
menjadi gaya hidup, mulai
dari anak sekolah dasar,
selebriti, sampai menteri.
Bahkan, 94 dari 96
suratkabar cetak terbaik
di Amerika Serikat
memiliki blog. Hanya
empat surat kabar saja
yang “jadul” alias terseret
zaman karena tidak
memiliki blog.
Jelaslah, di belahan dunia
sana blog sudah masuk
salah satu kriteria penting
sebagai penentu
berkualitas tidaknya
sebuah surat kabar.
Beberapa surat kabar
cetak di Indonesia sudah
memiliki kesadaran lebih
dini dengan membuat
blog sebagai tempat
curhat para wartawannya
atau tempat mengekspos
kegiatan keseharian surat
kabar itu, yang tidak
mungkin termuat dalam
surat kabar.
Di Eropa atau Amerika,
surat kabar online pun
memiliki blog sendiri-
sendiri, plus blog pribadi
wartawannya yang bisa
diklik di jajaran navigasi
global pada tampilan
surat kabar online
tersebut. Ada “cerita di
balik berita” yang lebih
bebas terungkap dalam
blog, yang kadang justru
lebih menarik daripada
peristiwa itu sendiri.
Ada forum dialog intens
yang hangat antara
wartawan dan para
pembaca. Ada keakraban
di sana. Seluruh
wartawan, editor, dan
pemilik surat kabar bisa
disapa serta ditanya
tentang berbagai hal.
Wartawan yang menulis
berita tidak lagi asal
lempar tulisan setelah itu
tutup telinga: “terserah
tulisanku mau dibaca atau
tidak, pokoknya masa
bodoh”.
Hubungan antara koran
yang diwakili wartawan
dan para pembacanya
menjadi berjarak.
Wartawan kerap dicap
sebagai “orang pintar”
yang duduk di menara
gading, yang sulit dan
tidak bisa disapa
pembaca. Akan berbeda
persoalannya jika sebuah
surat kabar memiliki blog
sendiri. Suasana lebih
akrab bisa terjalin karena
dipersatukan minat yang
sama. Wartawan yang
biasa menulis rubrik
khusus, seperti otomotif,
teknologi informasi, dan
politik, memiliki “basis
massa” pembaca yang
luar biasa besar.
Sayang, selama ini aliran
informasi hanya satu arah
sifatnya. Tidak ada dialog
interaktif untuk
menangkap umpan balik
(feedback) pembacanya,
yang kemungkinan ada
persoalan baru lainnya
yang muncul dari hasil
dialog interaktif itu untuk
bahan tulisan berikutnya.
Bukankah dalam dunia
media online ada adagium
bahwa berita adalah
percakapan itu sendiri?
Wartawan memang
manusia supersibuk yang
tidak punya waktu
membalas sapaan
pembacanya di blog.
Membalas sapaan
pembaca di blog berarti
buang-buang waktu
sehingga waktu untuk
menulis tersita. Tentu saja
wartawan tidak harus
memelototi blog tiap hari.
Kalau tidak punya waktu,
barangkali cukup
seminggu sekali, sebulan
dua kali, atau boleh juga
sebulan sekali. Sekadar
“say hello” saja kepada
pembacanya.
Maka, berkumpulnya para
blogger dari berbagai
penjuru Tanah Air di Blitz
Megaplex Jakarta, 27
Oktober lalu, menjadi
penting. Selain
menunjukkan keberadaan
para blogger, ada
semangat memperekat
komunitas blogger. Meski
belum pernah bertemu
secara fisik dan hanya
bertutur sapa di dunia
maya lewat media maya,
toh pertemuan itu
menjadi “kopi darat”
pertama yang terbesar.
Beberapa wartawan
peliput acara yang
kemudian diklaim sebagai
“Hari Blogger Nasional”
itu adalah bloger, karena
kesadaran mereka untuk
berada dalam satu
komunitas yang sama,
yang sudah terbiasa saling
menyapa dalam dunia
maya.
Jumlah 130.000 blogger
Indonesia belum apa-apa
dibandingkan dengan
penduduk Indonesia yang
sudah menyundul angka
230 juta jiwa. Namun,
melihat antusias orang
yang terus membuat blog
di seluruh dunia, jumlah
itu rasanya terlalu kecil.
Tengok WordPress, salah
satu situs penyedia blog
terdepan saat ini, di mana
setiap harinya mencatat
50.000 pembuat blog baru.
Anda? Jangan malu untuk
memulai!.


0 Responses to “Jangan Malu Untuk Nge-Blog”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kalender

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsip

Kategori

Other Blog

mbahdonk
Facebook Twitter More...

Pengunjung

Visitor

free counters

Blog Stats

  • 48,084 hits
Follow mbahdonk on Twitter

My Twitter

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: